Nama : Dennis Octavianus
NIM   : ACC 114 014

Media Pembelajaran Interaktif
Media pembelajaran dapat dikatakan interaktif apabila peserta didik tidak hanya melihat dan mendengar tetapi secara nyata berinteraksi langsung dengan media pembelajaran itu. Peserta didik dilibatkan dalam penggunaan media pembelajaran. Komunikasi antara media dan peserta didik dapat berjalan dua arah. Komponen komunikasi dalam media interaktif berbasis komputer adalah manusia sebagai pengguna dan komputer (perangkat lunak).
Menurut Seels & Glasgow, Media pembelajaran interaktif adalah suatu sistem penyampaian pengajaran yang menyajikan materi video rekaman dengan pengendalian komputer kepada penonton (siswa) yang tidak hanya mendengar, melihat video, dan suara. Tetapi siswa juga dapat memberikan respon yang aktif. Respon dari siswa tersesut dijadikan penentu kecepatan dan sekuensi penyajian.

a. Aspek Rekayasa Perangkat Lunak
1. Efektif dan efisien dalam pengembangan maupun penggunaan media pembelajaran.
2. Reliable (handal).
3. Maintainable (dapat dipelihara/dikelola dengan mudah).
4. Usabilitas (mudah digunakan dan sederhana dalam pengoperasiannya).
5. Ketepatan pemilihan jenis aplikasi/software/tool untuk pengembangan.
6. Kompatibilitas (media pembelajarandapat diinstalasi/dijalankan di berbagai hardware dan software yang ada).
7. Pemaketan program media pembelajaran terpadu dan mudah dalam eksekusi.
8. Dokumentasi program media pembelajaran yang lengkap meliputi: petunjuk instalasi (jelas, singkat, lengkap), trouble shooting (jelas, terstruktur, dan antisipatif), dan desain program (jelas, menggambarkan alur kerja program).
9. Reusable (sebagian atau seluruh program media pembelajaran dapat dimanfaatkan kembali untuk mengembangkan media pembelajaran lain).

b. Aspek Desain Pembelajaran
1. Kejelasan tujuan pembelajaran (rumusan dan realistis).
2. Relevansi tujuan pembelajaran dengan SK/KD/Kurikulum.
3. Cakupan dan kedalaman tujuan pembelajaran.
4. Ketepatan penggunaan strategi pembelajaran.
5. Interaktivitas.
6. Pemberian motivasi belajar.
7. Kontekstualitas dan aktualitas.
8. Kelengkapan dan kualitas bahan bantuan belajar.
9. Kesesuaian materi dengan tujuan pembelajaran.
10. Kedalaman materi.
11. Kemudahan untuk dipahami.
12. Sistematis, runut dan alur logika jelas.
13. Kejelasan uraian, pembahasan, contoh, simulasi, dan latihan.
14. Konsistensi evaluasi dengan tujuan pembelajaran.
15. Ketepatan dan ketetapan alat evaluasi.
16. Pemberian umpan balik terhadap hasil evaluasi.

c. Aspek Komunikasi Visual
1. Komunikatif: sesuai dengan pesan dan dapat diterima/sejalan dengan keinginan sasaran.
2. Kreatif dalam ide berikut penuangan gagasan.
3. Sederhana dan memikat.
4. Audio (narasi, sound effect, backsound, dan musik).
5. Visual (layout design, typography, dan warna).
6. Media bergerak (animasi dan movie).
7. Layout Interactive (ikon navigasi).

DAFTAR PUSTAKA
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Arif, S Sadiman dkk. (2003). Media Pendidikan : Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada.
Arsyad, Azhar. (2006). Media Pembelajaran. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada.
Nana Sudjana dan Ahmad Rivai. (2009). Media Pengajaran . Bandung: Sinar Biru Algensindo.
Suharsimi Arikunto. (2009). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Asara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah-langkah pemngembangan media pembelajaran

rpp pembuatan koloid